Thursday, May 3, 2012

Flora DIY

Saya bukan mau memilah - milah apakah tumbuhan ini termasuk flora khas DIY atau bukan. Hanya saja, subyektif sekali, saya tahu tumbuhan ini setelah saya kuliah dan akhirnya menetap di Yogyakarta.
1. Kepel (S. burahol)
Nama pohon ini pertama kali saya dengar waktu masih tinggal di Sukoharjo, Jateng. Waktu itu, bapak saya yang sangat senang tanam - tanaman berkata kalau pohon aneh yang tumbuh di pojokan kebun sebelah timur adalah kepel. Saya sih cuek - cuek saja. Saya kecil memang tidak terlalu tertarik dengan tanaman keras. Saya lebih suka bunga - bungaan dan tanaman sayur, yang gampang ditanam di kebun mini saya.
 
Setelah saya kuliah di Jogja, barulah ngeh kalau pohon kepel yang ada di rumah bukanlah pohon kepel. Karena kepel yang buahnya konon kesukaan para putri raja memiliki daun yang berbeda dengan kepel punya bapak. Daunnya heartshaped, hijau saja (kecuali yang masih pupus berwarna kemerahan). Kalau daun kepel bapak bentuknya ovate dan warnanya paduan hijau-coklat-merah  . Dan yang paling kentara, buahnya keluar dari batang. Setelah saya telusuri, studi lapangan dan pustaka, akhirnya saya tahu kalau pohon di rumah bapak itu namanya sawo apel (#hey saya kan mahasiswa biologi, jadi wajar lah)    
2. Apel Beludru (Diospyros blancoi)
Namanya aneh kan? Hehehe, buahnya apalagi. Bentuknya mungkin seperti apel warnanya merah tua kecoklatan, permukaannya berbulu halus,velvety. Tanaman ini saya temukan di basecamp tebing Bedoyo, di rumah Pak Dukuh. Beberapa kali ke sana, pohonnya tidak berbuah. Giliran berbuah, waktu saya hamil muda. Sumi bawa pulang dari sana tapi saya nggak mau karena liat bentuknya yang berbulu itu sudah bikin eneg. Jadinya saya nggak mau ngicipin :p 

bisbul_buah_mentega.jpg 

http://4.bp.blogspot.com/-9_vyYJ1elJg/TaKZLMuecmI/AAAAAAAAABU/r8tFDCV64S4/s1600/bisb.jpg

3. Keben (Barringtonia asiatica

4. Puspa (Schima wallichii)
Waktu itu masih kuliah di Fakultas Biologi mata kuliah Ekologi Lanjut. Dosen pengampunya adalah Bu Tjut. Orangnya pinter banget tapi galaknya sumpah. Eww kok malah ngomongin orang.
Nah, waktu praktikum lapangan mengenai pola komunitas & ekosistem hutan di hutan lereng merapi, saya menemukan pohon puspa ini. Pohon ini termasuk tanaman dominan. Kami disuruh menghitung densitas & unsur ekologis lain pohon penyusun ekosistem hutan. Nggak kebayang rasanya menghitung tinggi,  lebar tajuk dan diameter pohon, satu demi satu. Apalagi waktu itu hujannya deres banget. Bikin kapok. 
 
http://gedepangrango.org/wp-content/uploads/2009/11/puspa.jpg
5. Kinah  (Chinchona sp.)
Sama seperti puspa, pohon kinah pertama kali saya lihat waktu praktikum lapangan Ekola.  Pohon kinah adalah yang mendasari penamaan desa Kinahrejo, tempat tinggal Mbah Maridjan.
http://www.erboristeriabio.com/erbe/china_file/china.jpg 

No comments:

Post a Comment

Leave Nothing But Comment