Wednesday, September 5, 2012

Menanam Cabe

Dasar suami-istri pencinta kuliner pedas, yang tempat jajannya di SS, Dapur Sambel dan sejenisnya. Akhirnya kepikiran untuk menanam cabe saja di rumah biar nggak bikin sekarat dompet. Dulu waktu suamiku KKN di Ngadas bawa lombok terong. Lombok terong??Eww..banci nggak punya pendirian! Sebenernya kamu masuk lombok apa masuk terong??!!!
 Bibitnya sempat ditanem dan tumbuh, tapi karena ada sesuatu (kalo nggak salah waktu itu mudik), tanaman nggak kerawat dan layu.
Sekarang mau nanem cabe lagi. Kalo cabe rawit sih, sudah bolak - balik panen, meskipun nggak banyak tapi bisa lah buat pelengkap masakan.Sekarang agak beda karena uang tunjangan kebun sudah ada posnya sendiri (yeeiii..nggak ganggu kelangsungan dapur), jadi saya bisa beli bibit macem-macem.Sekarang lagi kepikiran nanem paprika,cabe keriting,cabe besar,cabe jawa.Uppss..cabe jawa bukan masuk capsicum kalee.
Seperti biasa, jam istirahat ke kantor langsung ngibrit ke toko subur nyari bibit2 seperti di atas. Kecuali cabe jawa, saya boleh "nyuplik" punya tetangga.Selain cabe-cabe itu saya juga beli terong hitam, pare, kacang panjang, (hadeehh..gini nih kalo liat bibit langsung lapar mata).
Kali ini cabe nggak saya tanam di pot, langsung di tanah coz dari pengalaman nanem cabe sebelum - sebelumnya, pohonnya bisa lebih bongsor dengan buah yang lebih banyak, maklum akar-akarnya kan bebas tumbuh nggak dibatesin. Kecuali kalo aku mau modal dikit beli pot yang gedean. Tapi kali ini saya pilih tanam di tanah ajah.
Nanti yah update kebun cabenya. Belum sempet foto-foto.Heuheuu...!

No comments:

Post a Comment

Leave Nothing But Comment