Thursday, September 6, 2012

Nabung Asuransi

Lebaran identik dengan bagi – bagi uang. Kalau di kampoeng saya, namanya “fitrah”. Istilah fitrah mungkin muncul dari zakat fitrah, yaitu zakat yang dikeluarkan sebelum menyambut Idul Fitri untuk melengkapkan ibadah shaum kita. Entah darimana asalnya kok acara bagi – bagi uang buat anak-anak ini jadi dinamain fitrah. Jaman kecil dulu uang fitrahan dapat berapa sampai dibahas waktu hari pertama masuk sekolah setelah libur lebaran. Bu guru menanyakan berapa uang fitrah yang didapet. Ada yang dapat 100-200an ribu. Waktu itu tahun 98-an dapat segitu dah gede banget kan ya, apalagi waktu itu krisis moneter lagi banter – banternya. Aku dapat kurang dari 100ribu, lumayanlah. Setelah dirembug nominalnya, lalu ditanyain buat apa uangnya. Ada yang buat beli Tamiya, beli baju lagi, jajan ke KFC atau main di timezone. Setelah itu biasanya bu guru menasehati kita untuk menabung uang fitrah yang kita dapat.
http://www.bekas.com/sites/default/files/1022/7.jpg?1342119678
amplop lebaran ^^
http://images.aguskribo.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SN3PAgoKCjsAAAvDgg41/100-5265.JPG?et=XDvt%2BbIG5nVIa9P%2CWotwLw&nmid=0
isinya ^^

Itulah sekelumit cerita saya tentang “fitrah” dijaman saya masih kecil. Sekarang saya sudah punya dua anak kecil, 1 tahun dan 3 tahun. Masa-masa mengumpulkan uang “fitrah” dan kelucuannya terulang lagi. Kalau di tempat sumi, Pati, fitrah berubah nama jadi “visit” atau “fisit”. Ya, pokoknya pelafalannya gitu deh. Saya jadi mikir, jangan-jangan Pati ini udah pada pinter pake bahasa inggris ya sesepuh-sesepuhnya. Mungkin visit ini suatu bentuk imbalan atas kunjungan (=visit) ke orang yang lebih tua. Atau fisit dari kata defisit. Acara bagi-bagi uang yang bisa bikin keuangan para orang tua ini bangkrut alias defisit! Wahahaha.
Nah, Rara dan Milo ini menyimpan uang visitnya di dompet kecil ala-ala putri cina yang gaje banget. Sengaja saya jadiin satu, daripada dipisah malah kececer. Anggeplah uang mereka berdua, dapet berapa ya dibagi dua.
Singkat cerita uang yang mereka dapatkan sampai 800ribu. Wuiiiihhh, masih kecil aja udah pada punya duit segitu. Nggak heran ya,anak  jaman sekarang. Bayangin si Baim yang udah bias beli mobil pake uang hasil dari main sinetron.Anak saya nggak ada apa-apanya. Si kakak udah mulai mengerti fungsi uang, jadi dia yang telaten ngatur uangnya di dompet. Kalau si adek mah, boro-boro, kalo liat kertas ya bawaanya dirobek-robek.
Karena nggak tau mau diapain, uang anak-anak itu saya tabungkan saja. Biar nanti kalau mereka sudah besar yang menentukan nasib uangnya. Saya bukakan di Bank mandiri.Rencananya mau dua nama pemilik, saya:Rara dan saya:Milo.Pake bukti KTP saya,akte lahir dan KK.Kirain kalau bank besar mau melayani konsep seperti ini. Ternyata nggak. Anaknya harus sudah punya kartu pelajar dulu.Lhaah..si Rara mana punya kartu pelajar.Alhasil, saya buka tabungan aja atas nama saya, kemudian saya autodebet deh ke tabungan rencana mandiri.
Tapi sama CSnya mandiri saya malah diarahin untuk ikut asuransi pendidikannya AXA. Dipertemukanlah saya dengan Bu Ellen. Singkat cerita saya beli produk asuransi AXA Mandiri Sejahtera Plus-Pendidikan atas nama Rara. Kenapa Milo nggak? Duhh, nanti saja ya sayang, mama usahain. Sementara kakak dulu. Semoga mama nggak mendzalimimu.
Menurut saya nggak ada sih negatifnya asuransi kecuali bunga ribanya. Dalam hal ini cara saya menghindari riba adalah dengan menyedekahkan sebagian uangnya (semoga nggak termasuk makan riba). Selama kita tahu cara mainnya, kita bisa mendapat keuntungan dari asuransi. Tapi ya yang namanya asuransi, yang memiliki fungsi lebih ke proteksi. Cuma buat jaga-jaga saja, kalau-kalau saya meninggal atau setidaknya sakit/cacat karena suatu hal, pendidikan anak tetap bisa jalan. Nggak kebayang deh kalau denger cerita ada anak yang putus sekolah karena orang tuanya nggak bisa biayain. Kalau Tuhan mengijinkan saya  termasuk hamba yang dititipin lebih, saya pasti bantu semampu saya. Apalagi kalau itu terjadi pada anak saya. Sebagai orang tua rasanya sakit sekali.  Bismillah…semoga nggak terjadi apa-apa dengan keluarga kami. Dan semoga Tuhan memaklumi. Nanti saya update perkembangan asuransi saya deh.

2 comments:

  1. gimana mbak kok belum diupdate ttg asuransinya? saya juga pengen asuransi tapi masi bingung

    ReplyDelete
  2. mas kalau mau tau hubungin aja Nomer 08159872750 nanti aku kasi ilustrasinya kalau mau sekedar tau aja

    ReplyDelete

Leave Nothing But Comment