Wednesday, September 7, 2011

Pegagan Palsu?

Tanaman pegagan nama latinnya Centella asiatica. Gelar asiatica yang ada di belakang nama genusnya menunjukkan bahwa pegagan berasal dari benua Asia. Tapi bukan berarti bahwa pegagan cuma ada di Asia, lho! Tumbuhan yang telah lama dikenal sebagai tanaman obat ini telah menyebar ke kawasan Eropa hingga Amerika, dan bisa dengan mudah ditemui dari mulai dataran rendah hingga pegunungan. Di negeri barat dia dikenal dengan nama Button Grass karena bentuk daunnya yang memang mirip dengan tombol atau spadeleaf karena daunnya bentuk hati itu kali ya. Ada juga yang namain antanan Waktu pertama kali aku nemu waktu jalan2 ke Gembira Loka Zoo. Pas mampir ke kandang Varanus komodoensis ada rumpun pegagan yang tumbuh subur di sudut kandang, menghijau seger banget. Baru juga excited dengan temuan itu, sudah dipelototin suami karena nggak mungkin nyuruh dia nyemplung ke dalam kandang (gile aje hehehe).Sempet kecewa, padahal udah ngiler. Eh, waktu mau pulang liat ada rumpun di sekitar jalan setapak, biarpun cuma sak ucrit dan tampilannya jelek karena sering terinjak - injak. Yeeiii..kali ini suami mau bantu nyabutin soalnya aku lagi nggendong si Milo. Dan jadilah pegagan itu menambah koleksiku.
Dapat dari mas google
 Ternyata eh ternyata pegagan yang saya temukan di kebun binatang itu bukan Centella asiatica. Yap, meskipun masih sekeluarga, yaitu Apiaceae, spesies yang saya temukan masuk genus Hidrocotyle. 
Tapi tidak butuh waktu lama untuk saya menemukan pegagan yang asli. Karena ternyata saya menemukan pegagan Centella di taman kantor saya, di bawah rimbunnya agave. Saya bawa pulang deh beberapa rumpun dan saya tanam di pot gantung, dinaungi pohon talok.


Dalam pot gantung

Dalam pengobatan Ayurveda di India, tanaman ini dikenal sebagai herba awet muda & panjang usia. Hal ini terbukti dari pengamatan, gajah yang kita kenal memiliki umur panjang karena satwa ini makan banyak pegagan (apa karena pada dasarnya gajah ini umurnya panjang, heeee menegetehe).
Pernah baca juga di koran lokal,bahwa di negara barat ada penelitian kenapa anak keturunan India itu pinter - pinter? Satu di antara 5 anak paling pintar di dunia juga berasal dari India. Rahasianya adalah karena para orang tua di India memiliki tradisi  menyajikan sayur urap pegagan untuk anak - anak mereka. Para orang tua ini percaya pegagan bisa mencerdaskan otak.  Hmm kalo ini make sense. 
Waktu saya cari di google, pegagan tumbuh subur di kelembaban dan butuh naungan. Makanya saya tanam di bawah lindungan yang kuasa (*eh) di bawah pohon talok. Tapi kok daun - daunnya pada busuk, ada yang mati juga. Tinggal 2 tanaman yang masih bertahan.
Suatu hari, kita (subbag keuangan), pergi makan bersama di warung makan, yang tempatnya asyik banget. Di tengah tegalan sawah dan ada kebun pepaya californianya. Nah, saat kita metik buah pepaya itulah nemu tanaman ini tumbuh di antara rumput liar. Saat itu panas terik (jam makan siang), tapi tanamannya nggak layu, malah seger banget. Daunnya lebar - lebar, ada kali 3 - 5x bibit yang saya ambil dari kantor. 
Terus waktu saya ikut pemantauan DAK di Kulon Progo, juga nemu pegagan di KLH KP. Asal tahu saja, klimat KP kan kueeriingg dan puanaaasseee... Tapi pegagan yang ditanam mereka juga besar - besar seperti yang saya temui di galengan angin sumilir. Mereka menanamnya di dekat keran air. Ohh jadi gitu. Pegagan nih butuh sinar matahari banyak. Sama kelembaban tinggi,tapi nggak sampe tanahnya becek karena daun dan batangnya bisa busuk.Kalo saya lihat sih, pegagan yang butuh keteduhan dan kelembaban yang lebih tinggi adalah kerabatnya si pegagan palsu. Coba deh saya terapkan pada pegagan di rumah, semoga benar perkiraan saya.

Update Eksperimen
Pot pegagan saya taruh di atas sumur yang ditutup nonpermanen. Niatnya biar kena full sun. Tapi apa daya, daun pegagannya nggak nambah lebar tuh. Malah warnanya sekarang nggak ijo royo-royo, tapi berubah jadi kekuningan. Huwaaa..
Pegagan kecil yang merana (*efek percobaan)
 Akhirnya rasa penasaran saya terjawab sudah. Ternyata bener, pegagan itu ada 2 macem, yang daun kecil - kecil seperti pegagan yang saya tanam di rumah. Yang kedua, pegagan dengan daun lebar. Daun pegagan yang ini memiliki bentuk yang lebih besar, tetapi daunnya lebih tipis dari pegagan berdaun kecil.Urat daunnya juga berwarna agak pucat, tidak seperti pegagan kecil yang urat daunnya berwarna hijau. Rasa daunnya juga lebih pahit dari pegagan kecil.Nah, saya belum bisa mengidentifikasi varietas dari pegagan ini, atau malah mereka ini beda speciosum. Nantilah kalau lagi selaaaw.
Sekarang saya tanam keduanya di rumah :)
Kiri : pegagan yang besar


 Kali ini saya mau share resep pegagan yang biasa saya bikin buat keluarga 
1. Teh Pegagan Senior
Bahan : 1 sdt teh hijau kering/ satu kantong celup teh hijau (biasa merk kepala jenglot), 1 genggam daun pegagan, diiris tipis 
Bahan dimasukkan ke dalam mug, dituangi air panas tremos (bukan air mendidih), tunggu 15 menit. Atau kedua bahan bisa dijerang bersama air matang sampai kemebul tapi belum mendidih. Mengapa nggak boleh mendidih? Menurut pengalaman kalau dikasih air mendidih, warna teh hijau berubah jadi coklat pekat warna hijaunya hilang. Pun gizi yang terkandung dalam daun bisa rusak. Sebelum diminum, teh bisa disaring.
Teh ini biasa saya minum sendiri, karena sumi nggak biasa minum teh, kecuali teh tarik. Mungkin kalau beliaunya mau saya bikinkan teh tarik,saya buatin dengan campuran pegagan.Masalahnya beliaunya suka bikin minum malem2 sambil begadang nonton bola. Kayaknya nggak tega buat bangunin saya heuheu.
2. Teh Pegagan Junior
Bahan : 1 genggam daun pegagan,diiris tipis, 2 sdm madu herbal atau madu murni
Cara menyeduhnya sama dengan teh senior. Teh ini biasa diminum anak - anak kalo sore sepulang dari paud sambil main di halaman. Kadang - kadang saya tambahkan susu kalau cuaca sedang nggak bagus.
3. Urap Pegagan
Bahan : 4 genggam daun pegagan, disobek - sobek; 100 gr tauge panjang,dipotong ujung akarnya ; 1 buah mentimun ukuran sedang dipotong dadu; sambal urap
Penyajian : dicampur saja
4. Jus buah fusion
Bahan  : 100 gr buah yang tersedia di kulkas, 1 genggam daun pegagan, 2 sdm gula pasir
Cara : Semua bahan ditambah 1 gelas air lalu blender
5. Jelly pegagan
Bahan : 1 sachet jelly powder + asam buah, 3/4 gelas kecil gula, daun pegagan secukupnya
Cara  : Masak jelly seperti biasa. Setelah matang tuang ke dalam cetakan kecil. Ambil selembar daun pegagan. Taro pegagan di tengah, tengah jelly, tunggu sampai mengeras.

2 comments:

  1. Bagi rekan semua yang menbutuhkan bahan baku herbal/jamu dalam bentuk kering (simplisia) maupun segar/basah bisa hubungi HERBADREAM di solo ke nomer 085702118190

    ReplyDelete
  2. Bagi rekan semua yang menbutuhkan bahan baku herbal/jamu dalam bentuk kering (simplisia) maupun segar/basah antara lain : pegagan, binahong, daun insulin (tithonia diversifolia), temulawak, kulit manggis, jahe, kencur, daun bidara, brotowali, pasak bumi, akar alang-alang, kumis kucing dan bahan baku herbal/jamu untuk keperluan apoteker, pribadi, pabrik, dan reseller bisa hubungi HERBADREAM di solo ke nomer 085702118190. Terima kasih.

    ReplyDelete

Leave Nothing But Comment