Thursday, March 1, 2012

World Water Day

 
Di bulan Maret ini, ada hari penting terkait LH yaitu Hari Air Sedunia, World Water Day. Hari Air kali ini mengusung tema ketahanan air dan pangan (Water and Food Sequrity). Di Jogja sendiri sekitar 85 % sumber air atau sumur di Yogyakarta telah tercemar bakteri E-coli dan sebagian besarnya mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan yang tentunya tidak akan 100% persen lenyap ketika direbus. Parah kan, jangan – jangan sumur di rumah kita nggak layak pakai. 
Waspada pula buat para penggiat arung jeram, eh salah arung selokan!! ("hayoo..cah"). Sungai Code, Gajahwong, dan Winongo seperti dalam Peraturan Gubernur DIY No 22 Tahun 2007 tentang penetapan kelas air sungai menempati kualitas kelas dua dan ketiga. Ini berarti tingkat kualitas airnya sudah menunjukkan kekhawatiran. Itu pun data tahun 2007, lha sekarang tahun 2012 berarti tingkat pencemarannya juga sudah mengalami inflasi. Jadi hati – hati ya, jangan sampai keminum air kalinya.
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang terdapat di wilayah DIY juga tak luput dari permasalahan.  Banyak warga yang mengeluhkan pelayanannya. Mulai dari aliran air yang sering mengalami hambatan. Yang tak kalah penting adalah soal pencemaran. Karena air yang dialirkan ke rumah-rumah warga mengandung kandungan besi (Fe) yang cukup tinggi. Maraknya fenomena air isi ulang juga tak dilepaskan dengan pelayanan PDAM. Masyarakat beralih haluan akses air bersih dengan menkonsumsi air isi ulang. Pelibatan pihak swasta dalam penyediaan air bersih pun tak selamanya membawa dampak positif. Selain itu, kontribusi sektor swasta harus terus dipertanyakan. Karena jika tidak diperhatikan secara seksama hal ini akan mendorong ke arah privatisasi. Air yang menjadi komoditas utama manusia menjadi mahal. Selain kesehatan yang akan merongrong fisik, juga tak pelak adalah besarnya biaya sosial yang harus ditanggung oleh masyarakat karena kelangkaan air bersih. 
Padahal, di mata internasional melalui Millenium Development Goals (MDGs) menempatkan akses air bersih sebagai bagian dari indikator pengurangan kemiskinan.  Bahkan, akses terhadap air bersih merupakan hak yang paling hakiki yang harus terpenuhi.
Ini logo World Water Day 2013
 


No comments:

Post a Comment

Leave Nothing But Comment