Saturday, October 22, 2011

Cloverfield vs The Host

Senin ini males banget rasanya berangkat kantor. Mungkin karena weekend kemaren harus nemenin Milo seharian yang nggak mau lepas sama sekali. Sakit batuk.
Selama periode begadang dua hari itu saya ditemeni dua film. Yang satu nonton di RCTI, lewat tengah malem. Sebenarnya sudah pernah nonton film ini dua kali, jadi ini yang ketiga kali. Judulnya Cloverfield. Yang satu memang sengaja nyewa, judulnya The Host.
The Host adalah film garapan sutradara korea.
Kesamaan antara dua film ini adalah, keluguan dari common people, rakyat biasa ketika dihadapkan dengan monster yang menyerang kota. Terus terang saya suka, dengan sudut pandang seperti ini daripada film dengan sudut pandang moster buster. Namun ada nilai plus The Host jika dibanding Cloverfield. Jalan cerita the host lebih mudah dipahami, karena ada prolog yang memperlihatkan asal muasal monster. berbeda dengan cloverfield yang 100% mentah. Mentah di sini maksudnya memang karena konsep film dokumenter, dengan pengambilan gambar hanycam.Penonton diajak terjun langsung mengalami kengerian dan ketidaktahuan para tokoh utamanya. Sama sekali tidak dibahas darimana monster itu berasal, dan apakah monster pada akhirnya binasa.

Perbandingan Monster
Monster The Host, Ikan monster



Monster Cloverfield, Insectoreptil?


Kalau dari segi ukuran, monster The Host -kita sebut saja Fishie- ini berukuran lebih kecil dari monster Cloverfield -Insectoreptil-. Fishie berukuran sebesar 2x gajah afrika (kira2), sedangkan Insectoreptil adalah raksasa, setinggi Patung Liberty dan sepanjang kereta api lintas provinsi.


No comments:

Post a Comment

Leave Nothing But Comment