Tuesday, July 31, 2012

Adu Produk Body Lotion Vaseline & Nivea



Sekali – sekali review produk kosmetik yuk, biar kerasa jadi ceweknya hehehe. Saya yang general aja deh, tapi urgent, yaitu body lotion. Saya punya dua body lotion, Nivea UV Whitening dan Vaseline Cocoa Glow. Sebenarnya dua produk ini nggak bisa dibandingin ya, wong range-nya beda. Yang satu produk pencerah, yang satu hanya untuk melembabkan. But, heyy this is my blog, so terserah aku kan.
Kalau dilihat dari packagingnya, dua – duanya dapat poin 7 dari aku. Dari bentuk botolnya, aku suka bentuk botol Nivea yang nglencir menjulang seperti hotel mewah di Dubai itu. Sementara wadah Vaseline, bentuknya boyish dan udah lama nggak ganti tampilan, jadinya boring. Warna Nivea simpel, dominan putih dengan huruf warna biru dan gambar warna pink, khas Nivea banget, yang menurutku sungguh feminin. Apalagi ini produk pencerah jadinya cocok. Saya beli yang 200 ml harganya Rp.21.000,- di Super**, plus dapet hadiah sirup ;D. Sedangkan Vasy saya beli yang harganya Rp.21.150,- di swalayan deket rumah.
VS   

Tapi untuk urusan warna kemasannya, kok aku malah jatuh hati dengan botol Vasy yang Cocoa Glow ini. Warnanya coklat glowly gitu, kesannya seksi dan itu mengingatkan saya pada si sumi. Di antara produk Vasy yang lain, Cocoa ini the best deh. Trus ada gambar buah coklat yang memberi kesan bahwa produk ini natural base hehehe.
Dari segi ingredientsnya, saya sebutkan yang pokok – pokok aja deh. Nivea ini make bahan  40x Vit. C dari ekstrak Berry Camu Camu, Ceri Acerolla, UVA/UVB Filter dan Hydra IQ. Wuihh lengkap kan?! Sedangkan kalo Vasy pake cocoa butter plus dengan formula strays-3. Dari segi aroma, Nivea beraroma khas floral sedangkan Vasy beraroma seperti permen coklat. Jujur saya lebih suka aroma Vasy karena aromanya lebih calm dan mengingatkan saya sewaktu kecil sering makan permen coklat. Saking enaknya saya tergoda buat jilat dikit (#hehehe becanda).
Dari segi  kinerja produk, saya vote 9 untuk Vasy dan 6 untuk Nivea. You now what, Vasy doing the job very good. Begitu dioles, kulit langsung terasa sejuk dan kenyal. Kandungan butternya nggak nipu, cocok banget buat kulit saya yang kering. Apalagi saya setiap hari bekerja di ruangan berAC. Dan nggak ada efek greasy sama sekali, langsung nyerap di kulit. Sementara kalau Nivea, hmm memang teksturnya lebih ringan ya, karena bahan dasarnya air. Saya oles kulit, efek melembabkannya cuma bentar. Mungkin yang ini lebih cocok buat yang kulitnya berminyak. Tapi yang saya tidak suka dari Nivea adalah, ada efek “halus buatan” (velvety) yang ditimbulkan. Begitu nempel di kulit langsung kerasa kayak ada lapisan tipis (kalo saya bilang sih lapisan silikon) yang membuat kulit jadi halus. Di sela-sela jari tangan jadi kerasa ada yang ganggu,dan agak panas. Saya nggak notice untuk efek pencerahnya. Mungkin efektif mungkin juga enggak, yang jelas produsennya nggak bilang bakalan dapet kulit putih cepet. Hehehe saya sih nggak papa kulit tan dikit (karena saya pake jilbab dan jarang banget keluar kantor kalo udah siang). Nggak keriput/pecah-pecah karena dehidrasi buat saya sudah cukup.
Repurchase : Vasy Yes; Nivea No

Monday, July 30, 2012

Beasiswa & Kuliah S2

Sudah setahun lewat saya jadi abdi negara di pemda, sudah pula diangkat jadi pegawai tetap dengan SK gubernur. Setiap saya chatting dengan teman sejawat, entah itu offline atau lewat fb, adanya pada nanyain kapan S2nya, mau ambil S2 nggak,dst. Waktu menghadiri pelantikan kemaren, rekan seangkatan saya juga udah gembar - gembor mau cari kesempatan beasiswa S2. Ya, karena beasiswa baru bisa diambil kalo kita udah berpredikat PNS.
Tapi saya justru gamang. Buat apa sih harus S2. Untuk mengejar karir kah, agar bisa cepet dinaikkan pangkatnya? Yang imbasnya juga kenaikan gaji? Atau untuk menambah ilmu?? Apa hanya sekedar memanfaatkan kesempatan : bisa sekolah gratis, kenapa enggak?
Berkaca dari pengalaman S1 saya, yang bisa dibilang terseok - seok untuk bisa lulus. Memang IPK saya masih di atas 3 dan masa studi masih dalam batas wajar, 5 tahun. Terseok - seok dalam kamus saya, lebih seperti antara niat dan tidak. Saya menyelesaikan kuliah hanya untuk mengejar target lulus. Entah saya dapat ilmunya atau tidak. Jujur saja, selama 5 tahun saya kuliah dulu hanya sedikit ilmu akademis saya yang bertambah. Saya berani jamin, semasa SMA yang 3 tahun saya peroleh lebih. Mungkin saat - saat SMA itulah passion belajar (secara akademis) sedang tinggi - tingginya. Setidaknya bisa ikut olimpiade sains juga sampai tingkat provinsi.
Sekarang passion belajar saya sudah hampir luntur. Prioritas hidup saya sudah lain, anak - anak. Saya ingin memberikan yang terbaik untuk mereka, memastikan sandang/pangan tercukupi, pendidikan yang layak dan kasih sayang orang tua. Jika saya kuliah lagi, maka job sebagai orang tua saya akan semakin terbagi. Saya tidak mau jadi orang tua sambilan. Jadi untuk urusan sekolah lagi dan hal - hal yang berkaitan dengan itu saya deep-freeze saja. Setidaknya untuk saat ini :D
Mungkin ada benarnya pameo yang mengatakan :"Memiliki satu anak akan mengubah hidupmu,..memiliki dua anak maka berakhirlah hidupmu..." Hehehe...tidak sepenuhnya berlaku pada saya. My own life is officially over, but I have just begun a brand new life : I live in their life."