Saturday, June 22, 2013

Make a Friend

Hmm anakku yang paling gede, Rara, usianya sekarang sudah 4 tahun. Bentar lagi masuk TK. Walaupun aku masi bingung mau sekolahin Rara dimana. Entah, aku merasa saja si Rara seperti baru kemarin pagi lahir. Tapi kenapa sekarang tau - tau sudah mau masuk TK?? Kemana saja diriku selama 4 tahun ini. Aku masih menganggapnya bayiku yang mungil.
Di usia sekarang ini, hal yang paling penting untuk anak adalah sosialisasi. Make a friend. Di sekolah yang lama, Rara punya teman. Dia tetanggaan dengan kami, agak jauh.Itupun ibunya teman itu yang inisiatif berkunjung ke rumah. Sejak saat itu Rara selalu minta diantar ke rumah temannya itu. 
Rara sekarang masih di tempat neneknya.Terpaksa cuti sekolah. Kemarin si ibu temannya datang lagi, menanyakan Rara mau sekolah di TK mana, karena temannya itu juga mau dimasukkan ke TK.
Saat itulah aku baru saja dibangunkan. Oh, Rara sudah waktunya masuk TK kah?

Wednesday, February 13, 2013

Kalpawreksa : Tree of Life

Kalpawreksa (atau Kalpataru, Kalpadruma, Kalpapāda) yang merupakan bahasa Sanskerta (Dewanagari: कल्पवृक्ष; IAST Kalpavṛkṣa). Istilah ini merupakan gabungan antara kata “kalpa” dan “taru”. Kalpa berarti “keinginan” atau “pengharapan” dan “taru” berarti “pohon”. adalah pohon yang mengabulkan permintaan dalam mitologi Hindu
http://hurahura.files.wordpress.com/2010/11/kalpa-1.jpg
Kalpataru di relief candi, diapit Kinnara dan Kinnari (dua orang yang bengong di bawah itu ya?)

Jadi, kalpataru dapat diartikan sebagai “pohon pengharapan”. Komponen kalpataru yang lengkap terdiri dari enam unsur, yaitu: pohon, hewan pengapit, vas/jambangan bunga, untaian manik-manik atau mutiara, chattra/payung dan burung.
Kalpataru, atau yang disebut juga Kalpawreksa, merupakan sebutan pohon yang dikenal dalam mitos di India. Pohon ini juga disebut Kalpadruma atau devataru dan termasuk satu dari lima jenis pohon suci yang ada di kahyangan Dewa Indra. Kelima pohon suci itu disebut pancawreksa, yang terdiri atas pohon Mandara, Parijata, Samntana, Kalpawreksa, dan Haricandana.

Tuesday, February 12, 2013

Berkaca Pada China : Imlek

Di RRC, Pemimpin Itu Memimpin.

Kalimat pendek itu menggemuruh di benak saya. Mungkin ironilah yang membuatnya seperti itu, ironi bangsa Indonesia yang merindukan pemimpin yang tegas dan layak jadi panutan, bukan pemimpin yang hobinya curhat dan marah - marah pada anak SD karena pidatonya ditinggal tidur.
Kalimat itu saya baca dalam sebuah artikel yang memberitakan bagaimana perayaan imlek di RRC yang justru dilaksanakan dengan cara sederhana. Padahal kan Cina itu terkenal budayanya kalo lagi imlekan : berpesta meriah, bermewah - mewahan, nyumet petasan berton - ton, bagi - bagi angpao, makan - makan enak, pokoknya yang wah - wah lah. Presiden  dan calon presiden mereka, Hu jintao  dan Xi Jinping melarang rakyatnya untuk berpesta mewah merayakan imlek. Bahkan Presiden Hu selama beberapa tahun tidak merayakan imlek (Chuxi) bareng keluarganya. Beliau memilih berimlek bareng rakyatnya di tempat - tempat yang rawan bencana. Hal ini tentu saja membangkitkan optimisme dan kecintaan rakyatnya pada sang pemimpin. Dengan adanya ikatan hati yang kuat antara pemimpin dan yang dipimpin inilah, cita - cita bersama akan terwujud. Bersama - sama membangun negara.

Sunday, February 10, 2013

a Heartful Film

5 Broken Cameras berkisah tentang konflik pembangunan pemukiman Yahudi-Israel di sekitar wilayah Bil’in, Tepi Barat, Palestina tempat Emad dan keluarganya tinggal. Dengan kesadaran tinggi, Emad merekam proses pembangunan pemukiman dan pagar pembatas. Emad juga merekam banyak aksi penolakan yang dijalankan penduduk Bil’in dibawah komando dua bersaudara: Pheel (Baseem Abu Rahmah) dan Abbad (Abdullah Abu Rahmah). Jadi memang ini film dokumenter.
Mengapa judulnya lima kamera rusak? karena memang dalam perjalanannya merekam aksi rakyat Bil'in itu Eman "berkorban" lima kamera miliknya, yang masing - masing merekam tiap babak penderitaan rakyat Bil'in. 
Film ini, meskipun dibuat dan disutradai oleh rakyat Palestina tapi diproduseri oleh orang Israel, sehingga dalam Grammy Award ia dikategorikan sebagai film Israel. Tentu saja ini membangkitkan rasa marah rakyat Palestina.

Monday, February 4, 2013

Vegefagia atau Vegefobia??

Gimana mau ngajarin anak makan sayur kalo emaknya sendiri nggak doyan sayur?? Ya, bukannya saya nggak suka sayur sama sekali juga.Misalnya, saya lebih suka makan daun singkong rebus, terong bakar dan gulai nangka yang dipadu dengan rendang dan kuah khas padang daripada makan capcay atau tumis kangkung. Tentu saja hahaha.
Tapi mau gimana lagi ketika kamu sudah jadi ibu dengan dua orang anak balita. Mau nggak mau harus mengajari mereka makan sayur. Dan kamu harus jadi seorang Vegefagia instead of Vegefobia. Errgghhh..
Dan inilah saya. Seorang ibu yang berusaha keras. Sekarang makan sayur adalah budaya di rumah kami. 

1. Memulai dengan Vegeblend
Ini adalah produk andalan saya. Tidak. Saya sama sekali tidak dibayar untuk ini (*mungkin suatu saat). Kalau anak saya sakit atau sangat susah untuk berselera makan, saya selalu mencampurkan 1 kapsul vegeblend ke dalam makanan anak saya, susu, eskrim, puding..It's not healthy enough but worth to try

 http://1.bp.blogspot.com/-YZujJ58doDQ/UNMK3uMO4bI/AAAAAAAAAO0/7ywmkVd3mpA/s1600/Vege-Blend+21+JR.jpg

2. Bikin hidangan daging sehat
Anak saya tergolong carnivora obligatif. Yaa, extremely. Mereka nggak mau makan kalo nggak ada dagingnya. Kalau lagi kumat, nasi pun nggak disentuh dan hanya memungut nugget, sosis, paha ayam atau irisan daging steak yang saya sajikan 
Kini, saya mulai berburu resep. Semua makanan hewani seperti nugget,telur dadar, kroket, bakso selalu saya bubuhi dengan puree sayur atau cincangan sayur. Saya harus benar - benar presisi dan akurasi tinggi untuk menemukan takaran sayur : daging sehingga tidak ketahuan rasanya oleh mereka. Terutama Rara, dia sangat outstand dalam mendeteksi sayuran tersembunyi.

 
Nugget Brokoli ini nyomot dari kompas female

Ayam gulung brokoli + sop jamur. Emang penampilannya lusuh tapi rasanya Nyammy

3. Bikin Frozen Vegmix (mixed veggies)
Akhir - akhir ini saya rajin bikin bento buat si besar Rara. Jadi, sayuran instan sangat urgent untuk selalu tersedia di kulkas. Mulailah saya berkeliaran di carfur buat nyari vegmix. Biasanya tersedia vegmix dari buncis, kacang polong, jagung manis dan wortel. Untuk menghindari rasa bosan dengan sayur yang itu - itu saja, saya bikin sendiri vegmixnya jadi bisa diganti variannya. Misalnya wortel+brokoli+paprika merah atau jagung+labu+bunga kol. Jadi kalo lagi males petiki bayam atau potong - potong daun, vegmix ini jadi andalan saya dan voilaaa....jadilah!!

 http://quick-dish.tablespoon.com/files/2011/04/2011-04-13-mixed-veggies-taste-good-586x322.jpg

Tidak jarang ketika mereka minta dibikinin mie, saya selalu campurkan vegmix ke hidangan mie mereka. Dan anak - anak mau nggak mau harus makan sayur dengan mie-nya :) :)

4. Bermain Pasaran
Nah, inilah aktivitas saya bareng tuan puteri. Kadang pangeran tampan juga ikut nimbrung (#tapi lebih sering si pangeran sibuk dengan mesin cuci). Kalau lagi selaw banget waktunya, saya main pasaran dengan kakak. Bikin apa kek, sayur bayem, tumis kangkung, dll. Dia bagian mengupas bawang atau metiki aun - daunan. Kadang juga ngikut ngoseng. Apa saja selain motong pake pisau. Dan cara ini efektif, karena masakan bikinan sendiri jadinya harus bertanggung jawab menghabiskan.

5. Grow your own food
Kalau ini hobby saya yang hendak saya tularkan ke filial saya. Paling nggak, kelak jika dewasa mereka punya kenangan manis tentang bertanam seperti saya dulu.Menanam selada, bayam, kangkung, kemangi, cabe.Semua yang bisa ditanam di rumah. Memelihara, menyirami, memanen hasilnya lalu memasaknya menjadi makanan. 



 

Sunday, February 3, 2013

Marathon Museum DIY

Waaahahahah hari ini, akhirnya saya bisa cerita proyek besar keluarga CemRara hehehe. We name it : Marathon Museum DIY. Entah kegilaan macam apa yang menghinggapi saya dan sumi, mungkin suatu bentuk kegelisahan, sebab museum sudah sangat ditinggalkan. Okeylah, Yogyakarta adalah kota pariwisata, semua ada di sini. Tapi tak banyak yang memasukkan museum sebagai list obyek wisata yang akan dikunjungi. Hmm..daripada museumnya keburu tutup (karena koleksinya dilelang ke luar negeri -atau lebih parah lagi hilang dicuri- ), maka untuk waktu sebulan ini kami mengunjungi 40 buah museum yang ada di Yogyakarta. So it will be great huh (or boring). It's up to you. Enjoy!!
1. Museum Dirgantara
 http://yogyakarta.panduanwisata.com/files/2012/05/museum-dirgantara-depan.jpg
Ini museum deket banget sama rumah, nomor 2 terdekat setelah museum kekayon. Tapi kami pertama kali jelajah museum ke sini dengan pertimbangan pengen liat pesawat aja. Lokasinya ada di timur jalan bawah fly over Janti.
Saya dulu udah pernah ke sini deng, waktu masih SD ikut karyawisata TK ibuku.Ga nyangka ternyata malah jodoh sama museum ini,deket rumah. Tangan Tuhan memang misterius he he he.
Pertama dulu saya ke sini, agak gimana gitu. Kesannya suram. Apalagi waktu liat barang-barang yang dibawa Adisucipto ketika kecelakaan yang merenggut nyawanya. Ada buku diary, injil,dll. Waktu itu, saya masih takut sih dengan hal - hal yang berkaitan dengan "kematian".
2. Museum Affandi
http://asiaforvisitors.com/indonesia/java/central/yogya/museum-affandi/IMG_1367.JPG
Museum ini terletak di Jl. Solo/Laksda Adisucipto.Kalo dari rumah,10 menitan juga udah nyampe.Kalo dari jalan udah keliatan banget coz bentuk bangunannya unik, punya seniman banget.
3. Museum Biologi
http://content.rajakamar.com/wp-content/uploads/2012/07/Raja-Kamar-331a-Yogyakarta-Wisata-Murah-Sambil-Belajar-di-Museum-Biologi-1.jpg
Pernah diejekin sumi, masa anak biologi malah belum pernah ke museum biologi. Kalah sama anaknya yang masih playgroup malah udah pernah ke sono (-__-")
Oke yawdah, tujuan kita kali ini museum biologi aja. Rara sih nggak terlalu surprise waktu ke sini. Maknya malah yang surprise he he he. Letaknya di Jl. Kusumanegara.
4. Museum Sonobudoyo
http://2.bp.blogspot.com/-1zYL5-GP8hE/TxaS4rUSZ-I/AAAAAAAAAy8/fOw6O4q-Uwg/s1600/jogja+wif+partner+463.JPG
5. Museum Vulkanologi
http://panduanwisata.com/files/2012/04/museum-gunung-merapi1.jpg
6. Museum Jogja Kembali
http://3.bp.blogspot.com/-i_qbmyhX3yA/UQFHDFMkE1I/AAAAAAAAIkU/CB3V5LEuGWU/s1600/monumen+jogja+kembali+bukan+jogja2.jpg
Lokasinya deket banget dengan kontrakan saya waktu masih kuliah dulu. Tapi belum pernah nyempetin main ke sini,karena banyak hal tak terduga dan banyak yang harus dipikirkan oleh mahasiswa tingkat akhir selain jalan-jalan ke museum hahaha.
7. Museum Wayang
http://stat.kompasiana.com/files/2010/06/img_0552.jpg
Ini museum paling deket dengan rumah, letaknya di Jl. Wonosari. Kami ke sananya naik sepeda :)
8. Museum dr.Yap
http://1.bp.blogspot.com/-Xth23-cC87Q/UO1YDK0kwgI/AAAAAAAAA4U/hb-FHp7JvKU/s1600/alat1a.jpg
9. Museum Benteng Vredebrug
http://rentalmobilyogyakarta.net/wp-content/uploads/2012/02/museum_benteng_vredenburg.jpg
 Thank God! We get a booklet from Dinas Pariwisata : Museum di Yogyakarta. Hehehe untuk sementara saya upload foto2 dulu. Nanti bakalan saya replace dengan foto dan cerita dari kami.

Stay close :)

Tuesday, January 29, 2013

Mars Manga VS Drama Series

Akhir - akhir ini saya nonton drama seri berjudul Mars, dimainkan oleh Vic dan Barbie. Actually, saya pernah nonton film ini beberapa tahun yang lalu, mungkin sekitar tahun 2005an ya disiarkan di Indosiar. Tapi waktu itu aku nggak intense sih nontonnya.Kadang nonton kadang enggak,jadi jalan ceritanya yang rumit nggak saya pahami.
Waktu saya kuliah dan tinggal di Yogya, jadi kebiasaan baca komik karena di sini Taman Bacaan bertebaran dimana - mana. Di saat itulah saya mulai mengenal manga Mars. OOh, ternyata ini diadaptasi dari komik ya just like BBF,Meteor Garden dari Hana Yori Dango. Tapi jujur, saya nggak suka manga/drama tersebut. Terlalu lovey-dovey. Saya lebih suka story yang lebih mendekati reality, dimana kehidupan seseorang yang penuh dengan harapan, ambisi, dosa masa lalu, sisi manusiawi yang lemah. Romantisme hanya sebagai bumbu saja, bukan menu utama. Jikalau pun jalan cerita bertema love story, biarkan cinta lah yang menunjukkan jalan akan pertanyaan manusia tentang dirinya. Cinta buat saya berbeda dengan romantisme.
Dan saya temukan itu di cerita Mars. Saya menontonnya lagi baru - baru ini, beli dvd bajakan di Jl.Mataram. Feel sorry & guilty to do that. Karena nggak ada jalan lain lagi, ga nemu dvd aslinya baik di rentalan atau toko. Oke kembali ke laptop.
Jalan cerita utamanya adalah tentang sesosok anak muda bernama Rei (atau Ling) yang digambarkan atletis, tampan, dan naughty. Tipe yang suka mempermainkan hati perempuan dan menganggap cinta hanyalah permainan sex. Dia bertemu dengan Kira (=Qi Luo). Gadis pendiam, senang melukis dan boyfobia. Kira sangat membenci laki-laki seperti Rei, tentu saja. Jenis laki-laki yang sangat ingin dia jauhi. Tetapi apa daya, takdir mempertemukan mereka dengan caranya sendiri. Melalui lukisan ibu dan anak.
Singkat cerita, Rei dan Kira menjadi sepasang kekasih, yang dengan segala kelemahan mereka sebagai manusia menghadapi tantangan yang datang bertubi-tubi. Masa lalu Rei yang kelam dan trauma Qi Luo yang pelan - pelan membuka mata mereka untuk saling memahami satu sama lain. Juga bagaimana mereka menggapai impiannya masing-masing, Rei ingin menjadi seorang pebalap motor dan Kira yang ingin menjadi seniman lukis.
http://2.bp.blogspot.com/-449op9YDlpk/TvfdrQMPQsI/AAAAAAAACAw/t2JWpl_vHXU/s1600/5.jpg       VS        Mars Manga
Nah sekarang saya mau mengeksekusi kedua versi, manga dan drama.
1. Dari segi cast/peran
Hmm tentu saja dua-duanya dapat memuaskan mata penikmatnya. Kalo manga, penggambaran Rei lebih boyish (gondrong tanpa poni), tinggi (sangat!) dan kurus. Dengan mata yang besar dan bulu mata panjang-panjang, aduh sepertinya agak merusak citranya ya, tetapi tak apalah. Nah kalo versi drama Ling yang diperankan Vic cukup mewakili lah. Rambut gondrong, mata nakal, tinggi tapi proporsional dan berisi. Memang tidak sebegitu berisi tapi kalo dibandingkan perannya sebagai Lei di MG, patutlah saya beri jempol dua.Karena menurut saya, untuk membawa motor sebesar itu laki-laki haruslah berotot tetapi tidak besar. Nah kalo Rei, menurut saya is too tiny. Kalo buat saya, satu-satunya fail si Ling adalah poni. Saya nggak suka cowo senakal itu berponi.

 http://i.dramacrazy.net/zhouyumin27qg.jpg     VS     http://i21.mangareader.net/mars/9/mars-1681284.jpg

Saya boleh curhat,nggak, sumi punya ciri - ciri Rei + Ling. Cucok banget buat meranin tokoh itu. Sayangnya sumi ini berkulit coklat. Mungkin seru kali ya, namanya juga Mars. Dimana - mana dewa perang itu kan coklat (coklat adalah warna laki-laki) bukan putih (iya, kalo Venus bolehlah putih).
Oya, dan lagi. Di versi manga, Rei tampak sering telanjang dada,memperlihatkan bagian dadanya yang bidang. Nah di drama, nggak ada tuh. Padahal kan pengen lihat transformasinya si Vic ini (#penonton kecewa). Tapi akting si Vic ini oke punya banget lah. Kedipan matanya itu lho yang saya suka, naughty banget.Entah mengapa walau bandel tapi bikin orang nggak bisa marah sama dia, dengan muka yang such a pure face itu. Trus waktu Qi Luo cerita kalau papanya Ling (waktu itu dia belum tahu) datang dan komentar lukisannya, dan Ling cemburu karena Qi Luo kesengsem dengan orang itu. Wuih akting cemburunya itu oke banget, jauh lebih keren dari manga-nya, kayak beneran gitu. Trus kata-katanya waktu Qi Luo lari, "Yang sangat ingin kumakan itu kau." Aww Aww Aww
Kalo peran si ceweknya, hmm nggak sulit sih nyari cewek seperti Kira/Qi Luo. Kulit putih, body tipis, rambut panjang lurus sepunggung, dan pemalu. Nah kalo ini versi Qi Luo lebih bagus meraninnya. Kalo versi Kira, ehm matanya bulat besar nggak keliatan kalo dia memendam kesedihan, cuma beberapa kali aja komikusnya menggambar wajahnya sedih. Nah kalo Barbie Hsu, sudah punya modal matanya yang sayu dan bibirnya yang kecil turun.Trus bawah matanya yang menghitam itu, saya malah excited. Ini make up artisnya pinter menonjolkan nilai plusnya Barbie Tipe-tipe yang sangat mewakili untuk memerankan seorang gadis yang depresi akibat trauma.

http://i4.ytimg.com/vi/3J4sRGPp3SI/mqdefault.jpg   VS   http://fc00.deviantart.net/fs70/f/2010/199/0/7/Kira_Aso___Mars_by_Mars4ever.png
Kalo  pemain pendukungnya, sebagian besar sih udah cocok saya ya. Saya suka cast Qing Mei, cantik, sexy, ceria dan speak out. Sedangkan si cowok saya malah nggak suka wajahnya kurang ganteng, padahal kan di versi manganya dia itu ganteng, ga kalah ganteng sama tokoh utama. Tapi aktingnya oke punya.
2. Dari segi jalan cerita
Kalau dari segi jalan cerita, wuaaah versi drama kalah jauuuuhhhh...Sangat tidak mendetail. Di versi manga kan semua-mua diceritain tuh, banyak flashbacknya.Betapa dekatnya perasaan Rei dan Sei hingga pertengkaran mereka. Sedangkan di versi drama, cuma sekilas-sekilas saja,terpotong-potong. Jadi di versi dramanya, saya berasumsi kalo Sheng (Sei) itu misterius dan dingin, seperti hanya anak yang manja dan egois saja. Sementara di versi manga, saya bisa berempati dengan Sei.Dan mengapa dia bunuh diri di usia yang semuda itu.
Di versi manga kan, waktu Rei liat patung Mars dicium tuh. Uhhhh so sexy gimana gitcu, kelihatan androgini banget Rei disitu, bukan maho. Dan di versi drama, adegan ini sebenarnya sangat ditunggu-tunggu, tapi yaaahhh...lagi-lagi penonton kecewa. Mungkin karena ini dibikin film jadi agak disensor ya. Dan hal seperti itu sangat tabu untuk dipertontonkan di layar kaca. Kalo di Jepang, hal-hal seperti ini udah lazim ya, mereka memandang hal ini bukan dari segi moralitas tetapi dari segi seni visual. Ouhh memang sangat sexy.
Juga ada cerita dimana Kira mau pinjem baju sama seorang banci, trus malah didandani sama banci itu jadi cantik dan bikin Rei tersepona. Nah di versi drama, NGGAK ADA. Padahal itu lucu sekali ya kalo dihidupkan :D
Mungkin memang di versi drama, semuanya berpusat pada kisah cinta Ling-Qi Luo.Di situ peran Ling sangat apik, sangat naughty,gemes deh ada cowok kayak gitu :p dan Qi Luo,sangat rapuh tetapi sekaligus bijaksana.
Ada chapter yang saya lebih suka di drama daripada di manga. Yaitu saat Ling bertanding di Jepang. Wuuuihh sangat keren saat dia dipepet sampe kelingkingnya bengkok trus dilurusin sendiri. Setelah itu waktu Ling menghindari onderdil motor yang terlempar ke arahnya dengan kecepatan tinggi. Asyek-asyek kueren sumpah, meskipun itu editan hahaha.
3. The Masterpiece
Saya mau membandingkan lukisan Marsnya. Menurut saya lebih bagus yang lukisan Qi Luo. Matanya menatap tajam bukan bengong (=menerawang) dan tidak kelihatan sedih seperti di lukisan Kira. Versi lukisan Qi Luo, kulitnya  juga tan glowy gitu dan bahunya tegak seperti laki-laki dan paling nggak susunya kotak-kotak ;D, cowok banget menurut saya. Trus backgroundnya juga lebih bagus, kobaran api bukan pita kembang-kembang hehehe. Mungkin memang pengarangnya menyukai yang androgini ya.
 
http://yaradaniaalie.files.wordpress.com/2011/05/mars1.jpg VS http://25.media.tumblr.com/tumblr_lgbtnz4O4d1qdwcumo1_500.jpg
 

Wednesday, January 2, 2013

Veggies Fest

PENGEN PENGEN PENGEN DEKAT RUMAH ADA JUALAN KAYAK GINI !!!!


Gambar diambil dari http://www.desperategardener.com