Wednesday, February 13, 2013

Kalpawreksa : Tree of Life

Kalpawreksa (atau Kalpataru, Kalpadruma, Kalpapāda) yang merupakan bahasa Sanskerta (Dewanagari: कल्पवृक्ष; IAST Kalpavṛkṣa). Istilah ini merupakan gabungan antara kata “kalpa” dan “taru”. Kalpa berarti “keinginan” atau “pengharapan” dan “taru” berarti “pohon”. adalah pohon yang mengabulkan permintaan dalam mitologi Hindu
http://hurahura.files.wordpress.com/2010/11/kalpa-1.jpg
Kalpataru di relief candi, diapit Kinnara dan Kinnari (dua orang yang bengong di bawah itu ya?)

Jadi, kalpataru dapat diartikan sebagai “pohon pengharapan”. Komponen kalpataru yang lengkap terdiri dari enam unsur, yaitu: pohon, hewan pengapit, vas/jambangan bunga, untaian manik-manik atau mutiara, chattra/payung dan burung.
Kalpataru, atau yang disebut juga Kalpawreksa, merupakan sebutan pohon yang dikenal dalam mitos di India. Pohon ini juga disebut Kalpadruma atau devataru dan termasuk satu dari lima jenis pohon suci yang ada di kahyangan Dewa Indra. Kelima pohon suci itu disebut pancawreksa, yang terdiri atas pohon Mandara, Parijata, Samntana, Kalpawreksa, dan Haricandana.

 
Lambang Kehidupan
 
Komponen kalpataru yang berupa hewan pengapit, vas bunga, kalung mutiara, chattra dan burung di atas pohon, semuanya melambangkan berbagai aspek kehidupan. Hewan pengapit dan burung di atas pohon adalah lambang ketenteraman. Vas bunga lambang kekayaan, kemakmuran dan kesuburan. Sementara itu, pohonnya yang penuh bunga mekar dianggap dapat memberikan buah-buahan, makanan, pakaian, perhiasan dan kekayaan serta kebahagiaan. Sedangkan, chattra melambangkan kesucian.
Baik agama Hindu ataupun Budha yang dianut di Indonesia keduanya mengenal ‘pohon hayat’. Dalam agama Buddha, pohon hayat ini dikenal dengan nama ‘pohon Bodhi‘ yang dikaitkan dengan Pencerahan yang diterima Pangeran Sidharta. Setelah agama Buddha masuk Indonesia, nama pohon itu dikaitkan dengan pohon Waringin yang keduanya termasuk jenis Ficus religius.
 
Ada kemiripan dengan logo Kementerian LH kita : 
Simbol Kementerian Lingkungan Hidup RI

Adapun dalam agama Hindu, pohon ini dikenal dengan nama kalpatarukalpawrksa, dan memiliki arti yang sama dengan pohon Waringin. Menurut sumber-sumber naskah Jawa Kuno mengenai pohon kalpawrksa terdiri dalam dua bentuk. Pertama, pohon kalpawrksa yang merupakan pohon surga dan berhubungan dengan cerita mitos. Kedua, pohon kalpawrksa sebagai pohon dunia yang wujudnya dapat diamati dengan panca indra dan berupa pohon emas.  tidak terdapat penjelasan  apakah pada kedua pohon itu terdapat perbedaan maupun persamaan dalam ciri-cirinya. Di India ada sebutannya Banyan Tree, pohon besar yang akar-akar gantungnya melambai - lambai.Bahkan dahulu kala,dikisahkan ada Banyan Tree yang sangat besaaaarrr. Sampai besarnya pohon itu menaungi satu perkampungan.
http://us.123rf.com/400wm/400/400/tompozzo/tompozzo0705/tompozzo070500330/928039-banyan-tree-covering-entirely-an-old-khmer-pyramid-temple--bayon--angkor-vat-temples--cambodgia.jpg
Banyan Tree, uniknya, ada gerbang kuil di bawahnya

http://www.casualgameguides.com/games/includes/virtual-villagers-4/images/image06.jpg
Banyan Tree versi game Virtual Villagers Tree Of Life
Nah, kalo pohon Bodhi atau Waringin (=versi Indonesianya) itu kayak gini :

Pohon Bodhi, yang dibonsai mirip seperti Banyan Tree juga kan

Kepercayaan orang Jawa terhadap ‘pohon hayat’ telah mengalami perkembangan lebih lanjut. Orang Jawa menggambarkan pohon hayat ini dalam bentuk hiasan ‘Gunungan‘ yang merupakan bentuk lain dari kalpataru. Meskipun saya tidak sepenuhnya setuju. Kalo menurut pendapat saya, gunungan mewakili alam secara keseluruhan beserta isinya. Jadi yang dimaksud pohon kalpataru itu ya, mungkin, pohon yang ada di puncak gunungannya, yang ada kepala melet itu lho. Gunungan ini filosofinya tinggi, tentang kebijaksanaan. Saya mumet deh menguraikannya, dulu pernah diceritain sama bapak pemilik galeri wayang di daerah Pucung.

 http://sunjoyohadiwinoto.blogdetik.com/files/2008/05/gunungan.jpg

Oya, kalo dilihat dari atas lay out Bandara Adisumarmo Solo mirip gunungan lho :
Berkas:Adi Sumarmo.jpg

Kalau dalam dunia fiksi ada pula pohon kehidupan dalam kisah Avatar. Namanya Tree of Soul atau Hometree atau dalam bahasa suku Na'vi  Vitraya Ramunong. Pohon ini dihuni oleh Dewi Eywa. Dikisahkan manusia - manusia biru tersebut bisa berkomunikasi dengan hometree melalui koneksi kepangan rambut di kepalanya (hihihi lucu). Filosofi dari film ini dalem banget. Kapan - kapan saya mau coba review.

 http://1.bp.blogspot.com/-uZd57hNtNoc/TrcfWj91B_I/AAAAAAAAAjE/aFUCcagAweE/s1600/Avatar_br_2288_20100627_1399829316.jpeg
  
 Apakah Kalpataru benar - benar ada??
Tidak ada dokumen Sanskerta yang menghubungkannya dengan spesies pohon tertentu, dan secara kiasan melambangkan sumber yang berlimpah. Karena itu pohon kelapa di India dikenal dengan sinonim "kalpataru" karena menyediakan banyak kebutuhan manusia. Begitu pula banyan tree dan pohon Bodhi di atas.
Tapi adapula yang menyebutkan bahwa Kalpataru bukan sekedar mithos, tapi memang satu jenis pohon sungguhan yang merupakan tanaman asli kawasan Asia Tenggara, yang tumbuh menyebar di sepanjang pantai Samudera Hindia hingga Pasifik. Pohon ini memiliki nama ilmiah “Barringtonia asiatica,” dan termasuk dalam suku “Barringtoniaceae. “ Masyarakat kerap menyebutnya sebagai pohon Keben.
http://luirig.altervista.org/cpm/albums/bot-hawaii04/01672-Barringtonia-asiatica.jpg
Pohonnya nih

http://4.bp.blogspot.com/-b_hc7xDm1Ck/T8tvHhHzwMI/AAAAAAAARhs/0EbxhZXUkfE/s1600/Barringtonia-asiatica.jpg
Buah & Bunga
Keben berbatang lunak, tingginya berkisar antara 5 hingga 7 meter. Pohon ini memiliki banyak akar sehingga selain tegakkannya menjadi kokoh, juga banyak menyimpan air. Daunnya rimbun dan berdahan rindang sehingga sering dimanfaatkan banyak satwa untuk dijadikan tempat membuat sarang.
Keben mempunyai bunga dan buah yang indah. Daunnya tebal dan mengkilap, saat masih muda berwarna merah tua dengan tulang daun merah muda. Para nelayan Papua kerap memanfaatkan bijinya untuk menuba (meracun) ikan. Biji ini juga bisa dijadikan obat kudis dan kejang perut. Tapi belakangan, biji keben mulai dipopulerkan sebagau obat tetes mata yang manjur.
Eratnya, pohon ini dengan nilai-nilai tradisi masyarakat Indonesia, setidaknya terlihat pada banyaknya relief pohon Kalpataru menghiasi dinding sejumlah candi di tanah air. 
Tentu, akan sangat baik bila pohon Kalpataru ditanam untuk menghias sejumlah taman di kota - kota besar. Terutama di halaman kantor yang berhubungan dengan lingkungan hidup, misalnya Kantor Kementerian LH atau ahh.. yang paling dekat saja dengan saya BLH DIY.
Suatu hari saya mau nanem keben & bodhi di halaman kantor ini He he he


1 comment:

Leave Nothing But Comment