Sunday, February 10, 2013

Marriage Anniversary

Hu hu hu sudah tahun 2013, artinya sudah lima tahun kami bersama. Ataukah, baru lima tahun?? Hmm..kalau dibandingkan dengan bapak ibu,yang tahun ini sudah 33 tahun menikah, dan masih mesra selayaknya mimi lan mintuna, kami bukan apa - apa. Apalagi, banyak hal yang terjadi sejak kami saling kenal tahun 2006 lalu. 
Dulu kita juga nggak pernah saling menanyakan Hey sudah makan belum? Gimana kuliahnya,kamu cakep deh, hari minggu nonton yuk atau semacamnya. Eww ga ada romantis - romantisnya ya.#pukpukdirisendiri
Pertama kali dia menyatakan perasaan pun nggak lazim. Waktu itu aku ngebet banget pengen naik Gunung Slamet, sebelum bulan puasa tiba. Ya, karena naik gunung waktu sedang puasa itu nggak enak banget. Aku ngajakin teman - teman sesama maniak gunung buat pergi. Awalnya banyak banget yang mengiyakan untuk ikut, termasuk dia. Tapi semakin kesini pada mreteli satu - satu. Alasan kuliah, alasan pulang kampung, dan seabrek excuse lainnya. Banyak yang nyaranin buat dibatalin aja acaranya. Apalagi waktu itu lagi musim badai. Tapi, aku gengsi buat mbatalin. Bukan gengsi sih, sebenarnya ambisi pribadi. Hingga akhirnya pesertanya cuma aku dan dia. Dia cuma bilang, "You jump I jump." 

 
Singkat cerita kami jadi berangkat. Selama di bus kami nyaris nggak ada obrolan. Harus aku akui, memang aku sedikit jutek dan bukan tipe orang yang sakit ngomong. Dia juga nggak berminat buat ngobrol. Akhirnya kami molor sendiri2.Karena duduknya di kursi paling belakang (yang panjang itu lho) dan nggak rame penumpang, aku bisa tidur telentang di kursi. Woles banget lah aku waktu dulu (#sekarang masih tapi dikiit)
Alas, pak sopir ngerem mendadak, jatuhlah aku dari kursi dan nyium lantai. Jontor sudah bibirku, bengkak dan sakiit banget. Si dia cuma senyum2 menang liat mukaku yang ancur. Jadilah aku naik gunung dengan muka ancur.
Malem pertama berdua aja digunung ga terjadi apa - apa, hujan deres banget jadi kami ngecamp sedikit di atas Pos I. Malam itu giliran aku yang masak.Tapi kayaknya rasanya nggak tertolong, karena setelah makan dia langsung pingsan (ahaha untung aja nggak sampe muntah).Sama sih aku juga, apalagi mulut masih terasa kebas gara2 jatuh tadi siang.Kami tidur satu tenda cuma disekat tas carrier aja.
Besok paginya kita jalan lagi.  Dan di antara langkah langkah itu dia bilang barusan sms aku. Aku jawab, "Memangnya kamu sms apa. Kenapa nggak langsung ngomong aja. dasar aneh, ngapain sms di gunung kan nggak ada sinyal" (#pasang muka jutek) dia cuma ketawa nyengir.."Aku kasihan kalo ngajakin kamu ngomong" (sambil menunjuk mulutku yang lebam).
Jalur trackingnya semakin berat tapi hari ini jarak yang kami tempuh lumayan. Menjelang petang, aku memutuskan buat stay aja di Pos . Badanku nggak enak, meriang. Untung yang giliran masak dia jadi begitu tenda berdiri aku langsung bergulung di dalam sleepingbag. Dan akhirnya terjadilah.
Dalam mimpi itu aku mimpi buruk, tapi aku lupa mimpi apa. Tapi di alam nyata ternyata lebih bermasalah. Besok paginya, kata dia aku nglindur, guling - guling dan teriak - teriak nggak jelas. Trus menangis manggil - manggil ibu aku. Karena kawatir dia memegangi tubuhku sambil bacain al fatihah dan ayat kursi. Katanya aku kayak kesurupan dan nyakar2 mukanya (#waaahh). Akhirnya dia nggak tidur semaleman jagain aku.Menjelang subuh aku baru bangun dan mengeluh sakit kepala. Dia menyodorkan obat pusing dan memandangi saja gerak - gerikku.
Jadi kami nggak jadi muncak dan secepatnya turun. Lainkali bakal aku critain deh mengenai pos tempat kami ngecamp tersebut, yang namanya adalah pos samaranthu, dari kata : samar hantu kikikik...
Lhoh? Di part mana dia menyatakan perasaan. He he he ceritanya belum selesai. Ketika perjalanan kami sudah sampai kota waktu kami mampir di warung soto, baru deh smsnya terkirim. Waktu lagi nyuap soto yang rasanya enak itu, aku baca sms dari dia, "Aku sayang kamu. Ayo aku traktir soto sokaraja" /(*0*)\ Surprise bener dah. Meskipun bahasanya nggak romantis sama sekali, tapi untuk ukuran dia ini udah perjuangan banget pasti mengungkapkannya.
Meskipun dia udah tahu bahwa aku tahu, tapi kami diam saja selama perjalanan. Aku gugup buat memulai obrolan, dia lebih gugup lagi kayaknya. Sampai di yogya, teman - teman lebih gila lagi. Kami disambut dengan cara yang sangat konyol. Motorku dan motornya diambil paksa dari kos masing - masing, diikat jadi satu pake pita webbing dan dibawa ke gelanggang mahasiswa. Dikasih dedaunan dan bunga serta ucapan "Selamat datang pasangan baru, Uti & Angga (= Uti adalah nama kecilku)

OOOOOOHHHHH NOOOOO....!!!!!!!!!!!!!! Dasar anak - anak siaaaallll!!!!!!!!!!!
Waktu itu aku masih belum ada percikan perasaan ke dia. Kisah itu baru terasa sweet romatis saat kami sudah menikah. :')  

Setelah jadian, aku baru nyadar kalo dari dulu dia selalu jalan di belakangku (#bahkan orang lain aja tahu).Akunya yang gak peka ya :0

Oya ada lagi cerita. Saat itu kami sudah resmi jadian. Waktu kami sekayak (perahu foam) berdua menyusuri kali Progo start dari DAM Ancol, aku duduk di depan. Lucu deh kalo inget, kami sama sekali ga kompak dayungannya. Ya, sama - sama left handed paddle (pendayung tangan kiri). Akhirnya dia yang mengalah,  pake tangan kanan. Selama pengarungan,  isinya cuma omel - omelan mulu. Maunya masuk mainstream (arus utama, yang ombaknya paling besar) tapi malah melipir. Dia nyalahin aku, karena dayungan aku kurang kuat dan malah ngaco. Aku bersungut - sungut dan memaki dia yang sok teu. Dia balas bahwa aku yang sok teu,bahwa dalam hal ini dia menganggap dirinya lebih ahli. Puncaknya waktu mau lewat jeram penambang pasir (jeram yang terbilang paling berbahaya), dia bilang dengan tegas. Nggak boleh ikutan ndayung!! diem aja sambil pegangan kayak. Edan nih orang, masa masuk jeram grade III 1/2 dan aku duduk manis?? I'm not loosing my nerve!!
Aku ngeyel tapi malah dimarahi trus dia bilang "Percaya aku! Sudahlah. Tolong percayai aku".
Entah hipnotisasi macam apa aku terdiam, tak bisa bicara apa - apa.  Dan..ya...aku mempercayainya... (#mau nggak mau sih..)
Akhirnya  kami melewati jeram itu.  Ooohhh jantung rasanya dag-dig-dug mau copot. Tapi that's awesome!!   Dia mengendalikan kayak dengan sempurna. Masterpiece!! Memang terombang - ambing pas dapet di mainstream tapi kami selamat, nggak kebalik.
Sejak saat itu, aku selalu percaya ketika dia menyuruhku begitu..

Ini waktu kami di Sungai Progo #abaikan penampakan tante2 baju pink

Weittzz..cukup kilas baliknya. Sekarang yuk kita membahas mengenai the celebration. Aku pengen, pengen banget, dibikinkan sesuatu sama suamiku tercintaaah ini. Bukan dibelikan ya, tapi dibikinkan.Aku nggak pengen dikasih emas, berlian, uang...  (mau deng kalo cuma dikasih aja). Tapi ini kan dalam rangka. Sebagai monumen cinta kami. Kalo yang maskawin dulu, ahh..aku nggak menganggapnya pemberian. Itu penebusan. Aku maunya pemberian (>:[ . Yang pake curahan pikiran, tenaga dan tentu saja..
                                                   <3 C.I.N.T.A <3
Aku inget dulu pernah nonton film The Illusionist. Di situ diceritakan ada magician cilik yang mencintai seorang putri bangsawan. Tapi cinta mereka tak tersampaikan karena perbedaan latar belakang keluarga mereka. Si Magician memberikan kalung cantik terbuat dari kayu yang dipahatnya sendiri, the wooden locket.
 http://patentpending.blogs.com/.a/6a00d83451c56869e2012876738c5d970c-800wi

Locket itu unik sekali, memiliki dua bentuk. Bentuk pertama ketika dibuka ada foto sang putri. Untuk menjadi bentuk kedua, locket itu dipelintir kemudian diputar. Lalu ketika dibuka ada foto si laki-laki. Wooww magic...Dia pernah bilang,  "Gampang kok itu, aku bisa bikinnya."
http://img0.etsystatic.com/000/0/5444550/il_fullxfull.52252152.jpg 

http://img2.etsystatic.com/000/0/5444550/il_fullxfull.109584546.jpg

Pernah dengar kisah ini? Sewaktu Aisyah difitnah selingkuh dengan pengawal saat mengikuti perjalanan Nabi? Yang menyebabkan diturunkannya ayat untuk mensucikan Aisyah dari fitnah itu. Mengapa Aisyah sampai tertinggal hingga harus ditunggui oleh pengawal belakang (pengawal yang ditugaskan untuk menjaga paling belakang rombongan)? Saat itu Aisyah kehilangan kalung yang dihadiahkan oleh Nabi kepadanya. Dan kalung itu bikinan Nabi sendiri, terbuat dari kayu yang dironce. Ooh so sweet kan?Pasti ada cinta disetiap untainya :') Makanya, di hari H kami nanti, aku nggak mau dikasi kalung selain yang terbuat dari kayu. Selain karena memang bentuknya lucu, pura - puranya kayak Nabi dan Aisyah, menunaikan sunnah kan. He he he iya nggak sih. Aku tunggu ya sayang kejutan - kejutanmu :)


sebenernya tulisan ini udah lama di blog ini. Pengen pamer sedikit ke dunia bahwa the low standart me ini bisa juga dapat kekasih hati. Aku percaya bahwa setidak - tidaknya setiap dari kita (sejelek apapun) mendapat jodohnya dari Tuhan. Jadi jangan kecewa ya buat yang masih ngejomblo, mungkin memang belum ketemu jodohnya atau kali aja jodohmu udah mati duluan. Tulisan ini sekaligus buat ikut meramaikan syukuran 1 juta viewernya Mbak Arum yang disponsori www.misslie-collection.com. Kalo buatku, 1 juta viewer mah mimpi yang terlalu indah buat jadi nyata. Hehehe mari share cerita romantismu bareng kita teman agar dunia ini penuh dengan romantisme dan kedamaian \(^^)/




No comments:

Post a Comment

Leave Nothing But Comment