Wednesday, February 6, 2013

Siapa Cinta Sejatimu?

Bulan Februari katanya bulan penuh cinta. Iseng - iseng pengen nulis sesuatu. Terinspirasi dari kisah seorang "teman" 

http://www.hdwallpapersarena.com/wp-content/uploads/2012/10/sunset-love-nature-wallpapers-1024x768.jpg 

Nay, sejak SMU sudah mengagumi teman sekelasnya, Afif. Kekaguman yang beralasan, karena Afif anak yang pandai, santun, imut dan soleh. Dia aktivis remaja masjid sekolah. Awalnya Nay tidak menggubris keberadaan Afif disekitarnya, karena selera Nay adalah laki - laki yang agak urakan. Sahabat Nay, Kiki, yang pada awalnya naksir Afif.Selalu menceritakan curhatan bunga-bunga tentang Afif. Hingga Nay aware. Apalagi ketika Nay sadar bahwa nilai Afif selalu kejar-kejaran dengannya, mengancam posisi Nay sebagai peringkat 1 di kelas.
http://2.bp.blogspot.com/-KrFmmct9a0g/UERLlmgq5BI/AAAAAAAAAOs/rjotf60QQVU/s1600/543512_242574252532027_1714030830_n.jpg
Afif
Nay mulai memperhatikan Afif, mulai tidak cuek. Memang tidak kentara, karena Nay outstand dalam hal ini. Mereka mulai terlibat dalam diskusi hebat tentang pelajaran. Atau lebih tepatnya perdebatan sengit. Nay sadar lawan debatnya ini tidak main - main juga kecerdasannya. Apalagi saat ada event olimpiade sains, Afif mewakili sekolah dalam bidang studi fisika. Nay sendiri mewakili bidang studi biologi.
Mereka akhirnya berteman. Tapi tetap menjaga kaidah agama tentang pertemanan laki - perempuan. Nay menghormati keyakinan yang dipegang teguh Afif, Afif pun tidak menganggap Nay cewek sembarangan yang suka menggoda laki - laki (meskipun saat itu, Nay dekat dengan beberapa laki - laki dan sedang dikejar). Nay dan Afif sering berangkat ke masjid bersama tiap istirahat jam kedua. Meskipun masing - masing punya rombongan sendiri. Tapi seperti ada kesepakatan antara mereka. Afif terlihat gelisah kalau Nay sedang "libur" sholat dan kembali lega satu minggu kemudian.Afif sering memberi Nay majalah El Fata, majalah Islami buat anak muda. Mereka juga sering "berdiskusi" di luar waktu pelajaran, bahkan saat ulangan, contek-contekan (#deuuuhhh..). Dalam hati Nay berpikir, sebenarnya Afif yang mulai meracuniku dengan majalah-majalah itu, atau aku yang menggoyahkan kelurusan berpikir Afif? Ahh, Nay tidak peduli. Toh, sama - sama diuntungkan. Nay menoleh ke arah Afif yang bangkunya selisih tiga di belakangnya. Mata mereka bertemu. Afif melemparkan senyum yang sangat manis. Entah karena gugup atau apa, Nay tak sadar mukanya memerah.
Kiki menangkap gelagat antara Nay dan Afif.Dia pun meminta konfirmasi. Bukannya marah, Kiki malah tertawa bahagia. Terus terang dia bilang ke Nay, kalian memang cocok satu sama lain.Hanya saja, kamu menutup kesempatan itu, karena kupikir Afif bukan tipe yang kau suka. Aku memang sengaja memancingmu. Karena menurutku, kalian pasangan yang serasi.
Nay-Afif menjalani pertemanan yang unik.Hingga mereka pisah kelas ketika naik kelas 3.Tak ada kata - kata mesra atau belaian sayang. Nay menolak semua laki - laki yang ingin jadi pacarnya, meskipun dia tetap asik dan suka ngrumpi bareng mereka.Afif yang diidolakan anak - anak perempuan karena kepribadiannya yang elok pun juga berjalan seperti biasa. Tak ada yang istimewa, kecuali Nay. Hampir seisi sekolah tahu, kalau Nay-Afif ada apa - apa. Tapi setiap ditanya, mereka menjawab tak ada apa - apa. 
Sampai suatu hari, ada anak laki - laki di kelas Nay yang terang - terangan naksir dia. Laki - laki ini Fikar. Fikar ini bisa dibilang, the most wanted guy in school. Dia tampan, pintar, atletis, ramah, ceria dan agak urakan. Fikar sangat pandai mengambil hati anak perempuan. Dia digunjingkan oleh anak laki-laki oleh karena kelakuannya, yang menurut mereka very irritating. Mereka bahkan punya sebutan untuk anak - anak perempuan penggemar Fikar, dengan sebutan FBF singkatan dari Fans Berat Fikar. Nay yang sering nimbrung dengan kumpulan anak laki - laki itu hanya bisa tertawa nyengir.Apalagi jadi semacam penelitian. Bahwa tiap Nay ngobrol dengan salah satu atau dua anak laki - laki di kelas, pasti Fikar datang bergabung.Nay harus menerima kenyataan bahwa aura suka Fikar terhadapnya sangat kentara. :p

http://1.bp.blogspot.com/-Dzrt-VKeDR4/T5OiL0YZupI/AAAAAAAAABQ/IjhDM-8C7bc/s1600/20090527090422.jpg
Fikar
 Suatu hari, Nay ada urusan dengan guru sehingga pulang telat dan Kiki sudah pulang duluan.Waktu itu udah sore sekali, sekolah sudah sepi.Nay berjalan menyusuri jalan kecil menuju perhentian angkutan umum yang akan membawanya pulang. Di dekat sekolah,ada warung yang sering ramai oleh anak sekolahan dari berbagai sekolah, termasuk sekolah Nay. Citra warung itu negatif, karena isunya juga buat minum - minum oleh mereka. Cari aman, Nay memilih jalan di seberang warung itu.
Tapi malang, Nay diganggu oleh mereka. Awalnya cuma dipanggil - panggil saja, Nay tidak menoleh dan tetap berjalan lurus. Tiba - tiba dia ditarik dari belakang. Tangan itu mencengkeram kuat lengannya sehingga Nay berteriak minta tolong.Jalanan di sekitar itu sepi, karena merupakan komplek pemukiman yang sering kosong ditinggal penghuninya.
Nay memakinya tapi dia malah semakin semangat untuk mengerjai Nay. Nay berteriak minta tolong tapi suara Nay kalah dengan ramai sorakan anak - anak nakal itu.
Tiba - tiba sebuah motor menepi tak jauh dari tempat Nay berantem.Orang itu menghardik sehingga Nay dan anak nakal itu menoleh. Tahulah Nay siapa dia. Fikar.
Fikar sempat menghajar anak itu sebelum gerombolan anak itu datang dan mengeroyok Fikar. Fikar sempat kena beberapa pukulan. Untung ada warga yang datang melerai.Fikar kemudian membawa Nay pergi dari tempat itu dan mengantarnya pulang.
Berkali - kali Nay minta maaf karena kejadian itu. Fikar bilang tidak apa - apa, tapi Nay tetap merasa bersalah. Apalagi jika melihat lebam di wajah Fikar. Setelah mengantarnya pulang, Fikar pergi memacu motornya.
Esoknya terjadi sedikit keributan di sekolah. Ternyata ada yang melaporkan perkelahian kemarin ke pihak sekolah. Apalagi buktinya masih jelas kentara di wajah Fikar.Nay dan Fikar dipanggil guru BP dan diberi pembinaan.Dalam hati, Nay sangat terharu oleh sikap jantan Fikar. Fikar mengakui perkelahian itu dan menanggung semua tanggung jawab atas kejadian itu.
Sewaktu keluar dari ruang BP, Nay dan Fikar berjalan menyusuri lorong kelas.Saat itu pelajaran sedang berlangsung sehingga suasananya sunyi. May mengucapkan terima kasih dan ragu - ragu melirik Fikar. Fikar tersenyum simpul dan tanpa bilang permisi dahulu, spontan dia menggandeng tangan Nay, menggenggamnya erat. Nay terkejut dan melotot, berusaha menyingkirkan tangan Fikar. Tapi apa daya, kerlingan Fikar yang nakal menyurutkan hatinya. "Atau kau mau aku merangkulmu sekalian??" desis Fikar sambil mempererat genggamannya. Tanpa mempedulikan tatapan orang lain yang kebetulan melihat dari dalam kelas.  
Sejak hari itu, santer terdengar kabar bahwa Fikar dan Nay jadian. Nay sendiri tidak dapat menyanggah karena gosip berbicara terlalu riuh.Antara kenyataan dan sangkaan sudah samar perbedaannya. Fikar sendiri dengan santainya menanggapi gosip itu.Seolah memang benar seperti itu.Nay pun jadi sasaran tatapan benci dari anak - anak perempuan FBF.Nay menyerah oleh tatapan itu, tanpa bisa membela dirinya.
Tapi yang membuat hati Nay runtuh adalah saat matanya beradu dengan Afif. Dia baru sadar bahwa hari - hari terakhir, dia sudah putus komunikasi dengan Afif. Ya, meskipun putus komunikasi ini tidak ada sangkut pautnya dengan Fikar.Tapi kejadian ini terasa seperti gong penutup pertemanan mereka. Afif pasti mengira Nay sudah jadian dengan Fikar.Afif hanya tersenyum dan bilang,selamat ya sudah punya pacar sekarang. Ucapan itu terasa datar, seperti tidak ada niat untuk mengucapkannya.

http://3.bp.blogspot.com/_EkyiP8XMAgs/S7ydeapbQuI/AAAAAAAAACY/VetznaroiJE/s1600/broken_heart_by_starry_eyedkid-1.jpg

Sejak saat itu, Nay semakin jauh dan jauh dari Afif. Mereka tak pernah bertegur sapa lagi. Tak ada yang berani memulai. Afif tak pernah lagi memandangnya dari jauh, tak pernah lagi melemparkan senyuman khasnya. Hari - hari Nay pun semakin sibuk, urusan klub olimpiade dan ujian nasional. Mereka seperti tidak pernah saling mengenal.
                                                                                     ---------------
Dua tahun kemudian, Nay sudah masuk perguruan tinggi di Yogya, Fakultas Biologi. Sedikit demi sedikit Nay mulai melupakan Afif dan mulai membuka hati. Nay sudah punya pacar, teman seangkatan namun beda fakultas. Dia,Bintang, laki - laki yang sangat spontan tapi bertanggung jawab. Agak urakan tapi juga sangat romantis. Berjiwa bebas dan hobi naik gunung. Sangat frontal, blak - blakan kalo ngomong bahkan sama cewek. Suka balas mengkritisi jika ada orang yang menghina gaya hidupnya yang nyentrik. Karena itulah Nay menyukainya. Tipe yang tak suka basa-basi.
http://25.media.tumblr.com/tumblr_m95tyvtXzE1r3n4xoo7_500.jpg
Bintang
Semester lima adalah semesternya KKN.Nay sibuk mempersiapkan perlengkapan yang harus dibawa, baik perlengkapan pribadi maupun perlengkapan untuk programnya nanti di lokasi.Nay bergabung dengan mahasiswa dari Fakultas Teknik karena proyeknya berhubungan dengan Instalasi Biogas. Di sana dia lekas akrab dengan teman - teman baru. Mereka suka roket air, aeromodelling dan robot. Dan saat itu, masa lalu Nay seperti disadarkan. Ternyata, teman - teman dari Fakultas Teknik itu mengenal Afif.Afif melanjutkan kuliahnya di Fakultas Teknik dan sangat hebat dalam hal robot, bahkan tahun depan akan mewakili universitas mengikuti kompetisi robot di Jepang.Mereka bilang Afif akan datang ke lokasi KKN kami karena tempatnya hanya seberangan sungai dari lokasi kami.   
Antara ingin bertemu dan tidak, ketika Afif datang ke pondokan Nay malah sembunyi di dapur belakang.Pura - pura sibuk dengan cucian.Di depan terdengar ramai sekali, reunian anak laki - laki.Nay berharap mereka segera pulang.Meskipun hati kecilnya berharap, Afif datang dan menyapanya di sini.
Harapan itu benar terjadi. Seseorang mendekat, berdiri di pintu belakang dan memanggil namanya.Suara yang sangat dikenalnya. Nay yang duduk membelakangi ragu untuk menoleh.
"Hey", sahut Nay
"Hey."
"Sudah lama ya? Kamu gemukan ya sekarang?"Sapa Afif, masih dengan logatnya yang khas. Afif tak banyak berubah. Masih bermata sayu. Tapi dia tampak semakin tinggi, mungkin karena sekarang badannya lebih tegak nggak bungkuk lagi.Afif meraih dingklik kayu tak jauh dari tempatnya berdiri. Awalnya mereka rikuh untuk ngobrol.Tapi kenangan manis mereka sangat banyak, jadilah nostalgia yang tiada habis diceritakan.
Saat itu Nay saat ingin berteriak dan melepaskan semua bebannya pada Afif. Mengakui perasaan yang sebenarnya. Tapi apa daya. Dia harus menahan kuat - kuat keinginan itu. Dia sudah punya Bintang.Dan Afif masih seperti dulu. Menjaga jarak.Bersikap seperti hanya sekedar teman lama.Perpisahan pun diakhiri hanya dengan tukaran nomor HP.
Tapi sejak saat itu, Nay dan Afif tiada kabar lagi.Masing - masing sibuk dengan urusan kuliahnya. Nay sibuk menyusun skripsi dan Afif sibuk dengan kompetisi robotnya. Hubungan Nay dan Bintang pun naik ke tahapan yang lebih serius. Bintang berniat melamar Nay begitu mereka lulus nanti.Tapi pernyataan Bintang itu disambut gamang oleh Nay. Bagaimana tidak, Nay masih menyimpan pertanyaan dalam dirinya yang belum menemukan jawaban.Hari - hari setelah Bintang membicarakan soal lamaran, Nay lebih sering melamun.
Tiba - tiba HP Nay berdering, ada sms masuk. Ternyata dari Afif.
Senja itu, di antara syahdu suasana Yogya menjelang malam, ditemani secangkir kopi vanila latte di sebuah kafe lantai 2 toko buku terkenal, Afif dan Nay duduk berhadapan. Nay ragu tentang apa yang bakal dibicarakan Afif, tapi Afif bingung untuk memulai dari mana.
Akhirnya Afif memulai kalimatnya. Afif menceritakan kembali apa yang mereka alami saat SMU, perasaannya tatkala itu.
"Aku suka sama Nay tapi aku nggak berani buat jujur bilang. Aku tahu saat itu bukan saat yang tepat. Kita masih anak sekolah dan nggak mungkin buatku untuk pacaran. Aku tak ingin mengikatmu untuk satu hubungan yang tidak benar. Dan lagi, aku takut Nay hanya menganggapku biasa saja. Aku ingin ehh ..."
Kalimat Afif terpatah - patah. Seperti Afif kehilangan dirinya sendiri ketika mengucapkan itu. Sangat tergesa - gesa dan tidak tenang. Nay terdiam karena masih banyak yang ingin dikatakan Afif.
"Lalu datang Fikar, yang hanya dengan satu tarikan nafas membuatmu pergi dari hadapanku.Aku benci sama dia, aku cemburu karena aku tidak bisa seperti dia".  Kali ini Afif sangat emosi.
Saat itu, Afif begitu patah hati dan berniat untuk selamanya melupakan Nay.Meskipun hingga hari ini dia belum benar - benar melupakan Nay. Bahwa ternyata dalam hatinya masih menunggu Nay kembali. 
Nay terenyuh. Sumbatan di hatinya kini terurai sudah mendengar pernyataan Afif tersebut. Hawa sejuk merasuk ke dalam paru - parunya.Nay pun mengakui perasaannya selama ini. Bahwa dulu dia juga bingung dengan hubungan mereka. Nay juga tahu bahwa Afif tak mungkin say i love you padanya. Nay hanya berharap, Afif tak menjauhinya, karena itu berarti banyak bagi Nay. Apalagi antara dia dan Fikar tak pernah ada apa - apa.
"Andai dulu kita lebih terbuka ya Fif.Walau kita nggak bisa bersama saat itu,tapi kita tidak perlu bertanya-tanya dalam hati."
Tapi ucapannya terhenti tatkala sampai pada kesadarannya akan keberadaan Bintang. Bintang yang sangat mencintainya, yang kini menjadi laki - laki yang sangat dewasa dan bijaksana. Dua laki - laki pada saat yang sama.
Dan Nay kemudian menjelaskan semuanya. Tentang hubungannya dengan Bintang sejauh ini.Wajah Afif sedikit berubah, menangkap pancaran wajah Nay ketika bercerita tentang Bintang. Ada sebersit kecemburuan.Segalanya menjadi buntu ketika Nay bilang, Bintang ingin hubungan yang lebih serius...
Ada perasaan egois yang menyeruak di hati Afif begitu mendengar pengakuan Nay. Serta merta Afif, berteriak. 
"Nay maukah kau menikah denganku? Maukah Nay? secepatnya kita menikah?"
Nay terkejut. Ini terlalu cepat dan hatinya bimbang. 
"....aku tak tahu pasti apakah ini tidak terlalu cepat? Bukankah aku harus skripsi dan kau menyelesaikan kompetisimu?"
Afif terperangah dan hatinya berkerut. Besok dia harus berangkat mengikuti kompetisi robot di Jepang dan dia adalah andalan tim dan dosennya. Itulah mengapa akhirnya Afif mencari Nay.Ia ingin memastikan perasaannya pada Nay sebelum pergi. 
"Ijinkan aku Nay. Aku harus menyelesaikan semua ini dulu.Aku berjanji setelah kukembali nanti, aku akan mencarimu. Saat itu aku pastikan jawabanmu..."
Nay dan Afif berpisah hari itu dengan pikiran masing - masing. Beban yang sangat berat menggelayuti perasaan mereka.Esoknya ketika akan berangkat ke Jepang, Afif hanya mengucapkan selamat tinggal.
Hari demi hari berlalu, tiada kabar dari Afif semenjak kepergian itu. Nay hanya dengar kabar bahwa tim Afif memenangkan penghargaan istimewa di sana.Tapi hanya itu saja. Tak ada kabar kapan Afif akan kembali. Nomor HPnya tak aktif lagi. Nay menanyakan kabar pada teman - teman KKNnya terdahulu, tapi tidak ada yang tahu nomor HP Afif di Jepang. Nay meminta mereka agar memberitahunya begitu Afif pulang. Tapi tak ada kabar pula. Sebulan, dua bulan, hingga tiba hari kelulusan.
Dengan masih menggunakan toga,ditemani ayah dan ibu Nay, Bintang menyatakan keinginannya hendak melamar Nay dan berjanji lamaran resmi bersama dengan ayah ibu Bintang menyusul di hari selanjutnya. Ayah dan Ibu Nay tidak keberatan meskipun Bintang baru saja lulus kuliah. Mereka menangkap kesantunan dan harkat seorang laki - laki sejati dari diri Bintang. Sikap yang meyakinkan mereka bahwa Nay akan bahagia jika bersamanya.
Dan Nay sudah melepaskan Afif pergi.Hatinya yang luka pelan - pelan terobati oleh kebahagiaan pernikahannya dengan Bintang. Nay tak menyesal Afif tak pernah kembali.Nay sendiri masih samar, tentang siapa sebenarnya cinta sejatinya. Mungkin benar, Afif adalah cinta pertamanya. Tak apalah, cinta pertama memang akan tetap membekas sampai kapan pun. Tapi yang jelas, cintanya saat ini adalah sepenuhnya milik Bintang. 

http://4.bp.blogspot.com/-fUHLuMN6c_U/UMs6qfe9V0I/AAAAAAAAE0M/_SoMDfYr_Iw/s1600/summer_love_wallpaper_rjtz3.jpg

Dua tahun kemudian, sebulan setelah Nay melahirkan putri pertamanya.
Hallo, Nay..?
Ini aku. Maaf aku tak kembali padamu. Aku sadar saat itu aku terlalu pengecut jika memintamu untuk bersamaku. Aku ragu pada diriku sendiri apakah bisa membahagiakanmu.
Nay??
Nay terdiam mendengar pengakuan tersebut dari telepon. Dia adalah Afif, di seberang sana.
Iya.Aku di sini.
Aku tak tahu perasaan apa yang menahanku saat itu. Saat itu aku merasa sangat kalah. Aku sadar aku sudah kehilanganmu saat kau bercerita tentang Bintang. Karena aku belum pernah melihatmu begitu berbinar seperti saat itu. Bahkan saat dulu bersamaku..
Aku takut aku hanya bayang - bayang semu. Bayang - bayang masa lalu yang butuh pengakuan.Aku takut kamu hanya ingin berdamai dengan masa lalumu saja.
Afif...Afif, aku sudah menemukan orang itu. Orang yang dengannya kamu tak ingin menyerah.Aku harap kamu juga segera menemukannya.
Afif tertawa pelan.
Nay,Aku tak ingin terikat oleh rasa yang tak bisa kumiliki ini. Aku ingin memulai hidupku kembali. Terima kasih..sudah bersedia mengisi masa kecilku yang lugu. 
Terima kasih ya Nay.
                                                                                   ---------------       
Bertahun - tahun kemudian, ketika Nay mengantar anak sulungnya berangkat sekolah ada sepucuk surat berwarna creme yang ditujukan untuknya.
http://www.infobisnissolo.com/wp-content/uploads/2012/03/kartu-undangan-pernikahan.jpg
Ohh, ternyata surat dari Afif. Surat undangan pernikahan.
Dalam hati Nay berdoa. Mendoakan dengan tulus, bahwa Afif juga layak untuk bahagia.
Tuhan, berikan Afif kebahagiaan. Sama seperti yang Kau anugerahkan pada kami. Kebahagiaan memiliki cinta.... 

http://www.hdwallpapers.in/walls/love_rainbow-normal.jpg
   



No comments:

Post a Comment

Leave Nothing But Comment