Monday, February 4, 2013

Vegefagia atau Vegefobia??

Gimana mau ngajarin anak makan sayur kalo emaknya sendiri nggak doyan sayur?? Ya, bukannya saya nggak suka sayur sama sekali juga.Misalnya, saya lebih suka makan daun singkong rebus, terong bakar dan gulai nangka yang dipadu dengan rendang dan kuah khas padang daripada makan capcay atau tumis kangkung. Tentu saja hahaha.
Tapi mau gimana lagi ketika kamu sudah jadi ibu dengan dua orang anak balita. Mau nggak mau harus mengajari mereka makan sayur. Dan kamu harus jadi seorang Vegefagia instead of Vegefobia. Errgghhh..
Dan inilah saya. Seorang ibu yang berusaha keras. Sekarang makan sayur adalah budaya di rumah kami. 

1. Memulai dengan Vegeblend
Ini adalah produk andalan saya. Tidak. Saya sama sekali tidak dibayar untuk ini (*mungkin suatu saat). Kalau anak saya sakit atau sangat susah untuk berselera makan, saya selalu mencampurkan 1 kapsul vegeblend ke dalam makanan anak saya, susu, eskrim, puding..It's not healthy enough but worth to try

 http://1.bp.blogspot.com/-YZujJ58doDQ/UNMK3uMO4bI/AAAAAAAAAO0/7ywmkVd3mpA/s1600/Vege-Blend+21+JR.jpg

2. Bikin hidangan daging sehat
Anak saya tergolong carnivora obligatif. Yaa, extremely. Mereka nggak mau makan kalo nggak ada dagingnya. Kalau lagi kumat, nasi pun nggak disentuh dan hanya memungut nugget, sosis, paha ayam atau irisan daging steak yang saya sajikan 
Kini, saya mulai berburu resep. Semua makanan hewani seperti nugget,telur dadar, kroket, bakso selalu saya bubuhi dengan puree sayur atau cincangan sayur. Saya harus benar - benar presisi dan akurasi tinggi untuk menemukan takaran sayur : daging sehingga tidak ketahuan rasanya oleh mereka. Terutama Rara, dia sangat outstand dalam mendeteksi sayuran tersembunyi.

 
Nugget Brokoli ini nyomot dari kompas female

Ayam gulung brokoli + sop jamur. Emang penampilannya lusuh tapi rasanya Nyammy

3. Bikin Frozen Vegmix (mixed veggies)
Akhir - akhir ini saya rajin bikin bento buat si besar Rara. Jadi, sayuran instan sangat urgent untuk selalu tersedia di kulkas. Mulailah saya berkeliaran di carfur buat nyari vegmix. Biasanya tersedia vegmix dari buncis, kacang polong, jagung manis dan wortel. Untuk menghindari rasa bosan dengan sayur yang itu - itu saja, saya bikin sendiri vegmixnya jadi bisa diganti variannya. Misalnya wortel+brokoli+paprika merah atau jagung+labu+bunga kol. Jadi kalo lagi males petiki bayam atau potong - potong daun, vegmix ini jadi andalan saya dan voilaaa....jadilah!!

 http://quick-dish.tablespoon.com/files/2011/04/2011-04-13-mixed-veggies-taste-good-586x322.jpg

Tidak jarang ketika mereka minta dibikinin mie, saya selalu campurkan vegmix ke hidangan mie mereka. Dan anak - anak mau nggak mau harus makan sayur dengan mie-nya :) :)

4. Bermain Pasaran
Nah, inilah aktivitas saya bareng tuan puteri. Kadang pangeran tampan juga ikut nimbrung (#tapi lebih sering si pangeran sibuk dengan mesin cuci). Kalau lagi selaw banget waktunya, saya main pasaran dengan kakak. Bikin apa kek, sayur bayem, tumis kangkung, dll. Dia bagian mengupas bawang atau metiki aun - daunan. Kadang juga ngikut ngoseng. Apa saja selain motong pake pisau. Dan cara ini efektif, karena masakan bikinan sendiri jadinya harus bertanggung jawab menghabiskan.

5. Grow your own food
Kalau ini hobby saya yang hendak saya tularkan ke filial saya. Paling nggak, kelak jika dewasa mereka punya kenangan manis tentang bertanam seperti saya dulu.Menanam selada, bayam, kangkung, kemangi, cabe.Semua yang bisa ditanam di rumah. Memelihara, menyirami, memanen hasilnya lalu memasaknya menjadi makanan. 



 

2 comments:

Leave Nothing But Comment